Sosialisasi Pengenalan Jurusan dan Pendidikan Politik oleh HIMAPOL UIN-AM

Dua hari berturut-turut Himapol mengadakan kegiatan  sosialisasi Jurusan Ilmu Politik sekaligus memberikan pencerahan dalam hal pendidikan politik.

Pesantren putra IMMIM Makassar menjadi sekolah pertama yang dikunjungi (30/3/16) semangat antusias para santri terlihat tatkala kami memperkenalkan ciri khas Ilmu Politik UIN Alauddin yaitu Politik profetik.

Politik profetik merupakan politik ala Rasulullah SAW dan berdasarkan ajaran Islam dalam Alquran dan Hadits demi untuk mewujudkan khairah ummah ( ummat yang terbaik)

Begitupun di hari kedua, SMA Neg. 1 Parangloe, Gowa (31/3/16) para siswa-siswa yang berkumpul di ruang kelas untuk mengikuti sosialisasi Ilmu Politik tampak antusias bahkan tak sedikit di antara mereka yang mengajukan pertanyaan terkait apa yang kami telah utarakan mengenai politik.
“Saya suka sama politik, karna yang saya tau politik itu untuk mensejahterahkan rakyat, tapi orang-orang yang menyalahgunakan politik untuk kepentingannya saja” tegas salah seorang siswa mengeluarkan pendapatnya tentang politik.

Kegiatan ini terlaksana karena semangat teman-teman Himapol untuk memberikan pengetahuan mengenai politik kepada para generasi penerus negeri.

Sosialisasi pengenalan jurusan dan Pendidikan politik ini di harapkan mampu mengubah mindset siswa-siswi  untuk lebih memahami tentang politik bahwa politik tidaklah buruk melainkan politik adalah cara terbaik untuk mewujudkan khairah ummah di Indonesia.

penulis:

Ananda Rezky Wibowo

Advertisements

Talkshow Quo Vadis Politik Bugis Makassar

FullSizeRender

Laboratorium Ilmu Politik mengadakan Talkshow di LT fakultas Ushuluddin dan Filsafat dengan Tema: “Quo Vadis Politik Bugis-Makassar”. Acara yang dibuka oleh Dekan Fakultas Ushuluddin dan Filsafat ini mendapat dukungan dari mahasiswa jurusan Ilmu Politik hal ini terlihat dengan banyaknya mahasiswa Ilmu Politik yang hadir.

acara yang dipandu oleh ibu Reskiyanti, S.IP., MA ini dihadiri oleh tiga narasumber dan mereka merupakan dosen di jurusan ilmu politik UIN-AM.

Bapak Prof. DR. Saleh Tajuddin, MA sebagai narasumber pertama memaparkan “Diaspora dan politik Bugis Makassar  di Malaysia”, beliau memaparkan tentang falsafah politik bugis makassar tentang budaya politik diantaranya siri’ yang menjadi daya dorong yang membangkitkan motivasi untuk bekerja keras, serta konsep demokrasi dan diaspora yang terjadi secara besar-besaran di Malaysia.

“Mengeksplorasi Prinsip-prinsip dan Praktek Demokrasi Dalam Kerajaan Historis Wajo Abad ke 15/16 (satu contoh kajian politik dalam konteks lokal)” materi kedua yang dibawakan oleh Bapak Wahyuddin Halim,Ph.D. Beliau memaparkan akan pentingnya sebagai mahasiswa/alumni ilmu politik untuk mengkaji demokrasi dari konteks politik lokal. dan ternyata pada abad ke 15/16 Wajo merupakan “Amerikanya” Sulawesi Selatan.

Narasumber ketiga Bapak Arief Wicaksono, S.IP, MA menekankan pada “Politik Bugis-Makassar dari segi Kontemporer”. Akhirnya pembicaraan Bugis-Makassar kini muncul kembali setelah sekitar 32 tahun dipaksa hilang oleh Rezim Orde Baru. ternyata etnis Bugis-Makassar ini berhasil mengatur, merebut dan mempertahankan kekuasaan. politik Bugis-Makassar adalah dua etnis yang berbeda tapi mampu melahirkan kekuasaan bersama. (Kamis, 31 Maret 2016)

 

penulis:

Winasty Achmad

ST. Hardianty Zainuddin

Mahasiswa ILMU POLITIK UIN-AM Bersorak “kapan punya fakultas sendiri?”

Mahasiswa jurusan Ilmu Politik melakukan aksi untuk menuntut adanya fakultas FISIP. Aksi yang awalnya akan berbentuk orasi di depan fakultas Ushuluddin dan Filsafat digiring oleh pihak birokrasi ke LT Fakultas Ushuluddin dan Filsafat.

 

1459132934506

Firman (Ilmu Politik 013) mewakili teman-teman ilmu politik bersorak “kami mahasiswa ilmu politik yang seharusnya berada di bawah naungan Dikti, kenapa harus ada di fakultas naungan menteri Agama. kapan ada FISIPnya?”

Pertemuan yang terjadi pada pukul 10:30 WITA di LT Fakultas ini dihadiri Dekan fakultas Ushuluddin, PD II, PD II dan Sekertaris Jurusan Ilmu Politik.

Dekan Fakultas menjelaskan bahwa “berdirinya FISIP adalah keinginan kita semua. Namun harus ada proses panjang yang harus dilewati. Harus ada minimal 3 jurusan yang ada agar fakultas dapat didirikan”

Hal ini juga diperjelas oleh Bapak Syahrir Karim selaku sekertaris jurusan.Beliau menjelaskan bahwa pihak jurusan sudah mengusulkan adanya jurusan HI dan Adm Publik yang berkasnya sudah dikirim ke Dikti. Pihak Jurusan juga sengat optimis akan ada FISIP di UIN-AM. (Samata, 28 Maret 2016)

 

penulis:

Winasty Achmad

ST. Hardianty Zainuddin